Home » Hubungan Sudan-Indonesia » Dubes Sudan di Jakarta: “Kerjasama Akan Terus Dilanjutkan”

Dubes Sudan di Jakarta: “Kerjasama Akan Terus Dilanjutkan”

Gbr. Membicarakan kelanjutan kerjasama, Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed Omer (Dubes Sudan), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), dan Mahrus Abdur Rohim (Staf Khusus Dirjen Untuk Kerjasama Timur Tengah) (3/9/2012)

Gbr. Membicarakan kelanjutan kerjasama, Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed Omer (Dubes Sudan), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), dan Mahrus Abdur Rohim (Staf Khusus Dirjen Untuk Kerjasama Timur Tengah) (3/9/2012)

Jakarta – pa-bulukumba. Dubes Sudan untuk Indonesia Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed Omer berkunjung ke Badilag, Senin siang (3/9/2012) bertemu Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya, didampingi Mahrus, LC, MH (Staf Khusus Dirjen Urusan Kerjasama Timur Tengah).

“Kami akan mulai menjalankan progam kerja saya selama di Indonesia, dimulai dari pertemuan dengan Peradilan Agama khususnya, dan Mahkamah Agung RI umumya, selanjutnya baru untuk bidang-bidang lainnya, seperti ekonomi, pendidikan, maupun investasi” ungkap Dubes yang juga fasih berbahasa Inggris.

Selain untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru nomor satu di Kedubes SudanJakarta, Abd Al Rahman membawa undangan khusus dari Ketua MA Rep. Sudan kepada Ketua MA RI untuk menghadiri Konferensi Ke-3 Para Ketua Mahkamah Agung Negara-Negara Arab yang akan diselenggarakan di Khortoum tanggal 23-25 September 2012.

“Kami membawa undangan khusus sekaligus ucapan selamat dari YM Galaed DienMohammed Othman kepada YM Dr. H. Muhammad Hatta Ali, SH., MH atas jabatan beliau sebagai Ketua MA RI yang baru. Ucapan selamat ini menyusul surat kami terdahulu yang menurut informasi belum diterima sampai saat ini,  ” jelas Ayah dari lima anak ini.

Dubes berharap konferensi yang akan dihadiri oleh Ketua-ketua Mahkamah Agungnegara-negara Arab, menjadi media saling tukar informasi dan pengalaman dalam bidang hukum dan peradilan Islam, yang tentunya akan bermanfaat untuk Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

“Kami merasa terhormat dengan kehadiran Ketua MA RI dalam konferensi tersebut, dan akan memperkuat kerjasama yang selama ini dibangun oleh dua Lembaga Mahkamah Agung dari dua negara sahabat, ” tegas dubes.

“Kerjasama menjadi sangat penting, untuk saling tukar pengalaman. Sudan akan belajar dari pengalaman-pengalaman Indonesia, begitu juga sebaliknya, ” tambahnya.

Dirjen menyatakan gembira atas kunjungan kerja Dubes Sudan ke Badilag, dan akan secepatnya melapor ke Ketua MA RI. “Kami akan berusaha memfasilitasi pertemuan YM Duta Besar dengan YM Ketua Mahkamah Agung RI dalam waktu dekat insya Allah” imbuh Dirjen yang disambut dengan sukacita oleh Dubes.

Disamping itu Wahyu berharap kerjasama yang sudah dibangun oleh Dubes Sudan yanglama bisa diteruskan. “Kerjasama kami dengan Mahkamah Agung Sudan sudah berlangsung cukup lama, kami sudah melakukan tukar kunjungan delegasi Hakim beberapa tahun yang lalu untuk saling tukar pengalaman dan informasi,” ungkap Wahyu.

Menanggapi hal tersebut Dubes yang sudah pernah mengemban tugas negaranya di Yaman, RusiaUganda, Jerman dan sekarang bertugas di Jakarta ini siap menfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh Indonesia terutama dalam pengembangan SDM di Peradilan.

Gbr. Foto kenang-kenangan Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed Omer (Dubes Sudan), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), Mahrus Abdur Rohim (Staf Khusus Dirjen Untuk Kerjasama Timur Tengah)

Gbr. Foto kenang-kenangan Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed Omer (Dubes Sudan), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), Mahrus Abdur Rohim (Staf Khusus Dirjen Untuk Kerjasama Timur Tengah)

“Saya siap mendukung kerjasama MA RI dan MA Republik Sudan, dan siap menfasilitasi implementasi dari MoU yang sudah ada.

Hampir semua negara-negara Arab belajar dari Sudan dalam sharing pengalaman di bidang hukum dan peradilan Islam, ” tegas Dubes yang salah seorang anaknya sedang kuliah di Malaysia.

Merespon penjelasan Wahyu seputar diskusi English Meeting Club (EMC) dan Multaqal Lughatil ‘Arobiyyah (Forum Bahasa Arab/MLA) Dubes yang dua anaknya belajar di Sekolah Dasar Internasional Jakarta menyatakan siap berpartipasi dalam diskusi-diskusi tersebut.

“Saya pribadi siap untuk diundang dalam diskusi EMC maupun MLA di Badilag, baik sebagai pembicara berbahasa Inggris maupun berbahasa Arab, dalam soal-soal aktual seputar Hukum dan Peradilan Islam” ungkap Abd Al Rahim mengakhiri pembicaraan.

Leave a Reply

Copyright © 2016 · Embassy of Sudan · All Rights Reserved · Posts · Comments