Home » Hubungan Sudan-Indonesia, Kegiatan Dubes Sudan » Sudan Jadi Duta Pintu Gerbang ke Afrika

Sudan Jadi Duta Pintu Gerbang ke Afrika

Sudan-Khartoum-Bahri-Y-1120x430

Jakarta – JakartaPost. Duta Besar Sudan untuk Indonesia Abdul Al Rahim Al Siddig  menyatakan bahwa Sudan “pintu gerbang ke Afrika” dan mendorong Indonesia untuk meningkatkan kerjasama termasuk investasi asing, ia menyebutkan sumber daya negara alam dan kebijakan baru sebagai faktor yang menarik.

Berbicara kepada wartawan, Rabu (26/1) , yang menandai ulang tahun ke-59 kemerdekaan Sudan, Abd Al Rahim Al Siddig Mohamed menyatakan Sudan terbuka untuk bisnis.

“Kami memiliki cadangan besar sumber daya mineral seperti emas, tembaga, besi […] dan minyak, ” kata Mohamed.

“Semua sumber daya ini sedang menunggu untuk dieksplorasi, “ucapnya.

Untuk membuat lebih mudah bagi perusahaan asing untuk berinvestasi di negara itu, Mohamed mengatakan Sudan menawarkan “insentif yang menarik bagi investor” dan telah “mengadopsi kebijakan baru yang bertujuan untuk mendorong investasi asing langsung” melalui penerapan “kode investasi baru yang mengatur investasi yang berbeda kegiatan “.

Mohamed menjelaskan meningkatkan peluang untuk usaha bisnis bersama sebagai prioritas untuk hubungan Sudan-Indonesia,  khususnya di bidang pertanian, pertambangan, ekstraksi minyak dan pariwisata.

Sementara raksasa Asia yakni China merupakan mitra dagang terbesar Sudan, kata Mohamed, Sudan difokuskan pada memprioritaskan hubungan Indonesia.

“Kami memiliki rencana yang sangat ambisius bahwa dalam waktu dekat kita ingin hubungan kami dengan Indonesia untuk menjadi teratas di antara semua negara Asia,” katanya.

Apabila Indonesia, perekonomian terbesar di Asia Tenggara, adalah untuk memperluas perdagangan ke pasar Afrika, itu harus dimulai di Sudan, kata Mohamed.

“Sudan adalah pintu gerbang ke Afrika, dikelilingi oleh delapan negara Afrika dengan 600 juta [orang],” kata Mohamed.

Sementara Duta Besar berbicara atas keinginan Sudan untuk investasi asing, “Melakukan bisnis” laporan, Bank Dunia yang menempati peringkat ekonomi berdasarkan kemudahan melakukan bisnis, tempat Sudan rendah yakni 160 dari 189 negara.

Tanda tanya juga tetap atas kemampuan Sudan untuk melawan korupsi endemik di dalam negeri. Organisasi anti-korupsi global Transparency International tahun lalu peringkat Sudan 172 dari 175 negara pada Indeks Persepsi Korupsi. Indonesia menduduki peringkat 107 bersama pada indeks.

Masalah besar lain yang dihadapi Sudan adalah catatan HAM memprihatinkan nya.

Menanggapi hal ini, PBB  membentuk  Misi di Darfur (UNAMID) di tahun 2007.

 

Leave a Reply

Copyright © 2016 · Embassy of Sudan · All Rights Reserved · Posts · Comments